Loading...

Detail Berita

Duta Anti-Hoax Kota Kupang Mantapkan Strategi Literasi Digital

Tipe: Berita

KOTA KUPANG - Perang terhadap informasi palsu atau hoaks di Kota Kupang makin diseriusi. Setelah mengukuhkan 130 orang Duta Anti-Hoax Kota Kupang di akhir Desember lalu, Pemkot Kupang, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang saat ini tengah menggelar rangkaian rapat koordinasi bersama para Duta, yang terbagi dalam 10 kelompok dan tersebar di seluruh wilayah kelurahan di Kota Kupang.


Kadis Kominfo Kota Kupang , Ariantje M. Baun, SE., M.Si., tengah memberikan arahan pada Rakor, Kamis (05/02). Credit: Sogen | Kominfo



Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, SE., M.Si., menjelaskan, rapat yang dilaksanakan secara ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Koordinator Pendamping dengan para Duta Kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap kelurahan memiliki "pagar betis" informasi yang kuat hingga ke level RT dan RW.

"Hari ini hari ketiga dan rapat koordinasi ini akan berlangsung selama lima hari. Dan ini adalah upaya mematangkan langkah strategis untuk menjaga ruang digital warga tetap sehat dan aman. Karena ada 10 tim, maka kami menggelarnya secara maraton, sampai senin nanti," jelas Ariantje, Kamis, (5/2) pagi.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa berdasarkan rencana tindak lanjut yang sudah dimatangkan, Duta Anti-Hoax Kota Kupang akan ada dalam agenda kerja yang cukup padat demi menjaga kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. "Dalam kesehariannya, mereka berperan aktif sebagai produsen konten kreatif atau materi edukasi atau juga klarifikasi, sekiranya mereka menemukan potensi informasi palsu atau hoax. Mereka (anggota tim duta) diharapkan akan berperan melalui media sosial pribadi maupun kelompoknya," jelasnya.

Melalui penguatan program kerja ini, diharapkan masyarakat Kota Kupang tidak lagi mudah terprovokasi oleh berita bohong. Para Duta Anti-Hoax hadir sebagai agen perubahan yang membantu warga membedakan mana fakta dan mana rekayasa.

Rapat koordinasi diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh kelompok wilayah mendapatkan pembekalan yang sama demi mewujudkan Kupang yang makin cakap digital.  (rri.co.id/theny panie)

Diterbitkan pada: 2026-02-05 13:00:00

Diterbitkan Oleh: PIC Kabas Hoax